Minto Tak Kenal Lelah Langsir Tanah Demi Talud Kokoh untuk Desa

Minto Tak Kenal Lelah Langsir Tanah Demi Talud Kokoh untuk Desa

Jul 18, 2026 - 20:17
 0  1
Minto Tak Kenal Lelah Langsir Tanah Demi Talud Kokoh untuk Desa

Banjarnegara - Pagi itu, udara di Dusun Kunir RT 01 RW 09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, masih terasa sejuk. Namun semangat gotong royong sudah lebih dulu menghangatkan suasana. Di antara anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, tampak seorang warga bernama Minto (45) yang tanpa henti mengangkut tanah dari lereng menggunakan alat sederhana untuk memenuhi kebutuhan pembangunan talud, Sabtu (18/07/2026).

 

Bukan pekerjaan yang ringan. Jalur yang menanjak dan beban tanah yang cukup berat harus dilalui berulang kali. Namun raut lelah seakan tak terlihat di wajah Minto. Baginya, setiap timba tanah yang dipindahkan adalah bagian dari ikhtiar membangun kampung yang selama ini menjadi tempat ia dan keluarganya menggantungkan harapan.

 

Pembangunan talud menjadi salah satu sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 TA 2026 di Desa Gumelem Kulon. Talud tersebut nantinya berfungsi menahan longsoran tanah sekaligus memperkuat badan jalan yang sedang dibangun agar lebih aman dan bertahan lama. Program ini mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa", yang diwujudkan melalui sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

 

Di sela pekerjaannya, Minto mengaku senang dapat terlibat langsung bersama anggota Satgas TMMD. Menurutnya, kesempatan bergotong royong bersama prajurit TNI menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus bentuk kepedulian terhadap kemajuan desanya.

 

"Kalau desa kami maju, yang merasakan manfaatnya juga kami sendiri. Jadi meskipun capek, saya tetap semangat membantu," ujarnya sambil kembali mengangkat tanah menuju lokasi pembangunan.

 

Semangat Minto menjadi inspirasi bagi warga lainnya. Tanpa dikomando, masyarakat berdatangan membawa peralatan masing-masing. Ada yang membantu mengaduk adukan semen, menyusun batu, mengangkut material, hingga merapikan lokasi pekerjaan. Kebersamaan itu menciptakan suasana penuh kekeluargaan yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD.

 

Anggota Satgas TMMD pun memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Menurut mereka, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh tingginya partisipasi warga yang rela meluangkan tenaga dan waktu demi kepentingan bersama.

 

Kolaborasi yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa akan lebih cepat terwujud apabila dikerjakan secara gotong royong. Setiap orang memiliki peran, sekecil apa pun, yang memberikan kontribusi bagi keberhasilan program.

 

Menjelang siang, tumpukan tanah di lokasi talud semakin bertambah. Peluh yang menetes menjadi saksi kerja keras warga dan Satgas TMMD dalam membangun infrastruktur desa. Di balik setiap ayunan cangkul dan langkah Minto yang bolak-balik mengangkut tanah dari lereng, tersimpan harapan agar Desa Gumelem Kulon memiliki fasilitas yang lebih kokoh, aman, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat untuk tahun-tahun mendatang.

 

TMMD bukan sekadar membangun talud atau jalan desa, melainkan juga menumbuhkan kembali nilai gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa. Dari semangat warga seperti Minto, terlihat bahwa membangun negeri memang dimulai dari desa, melalui kebersamaan yang tulus dan kerja nyata tanpa pamrih.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow